Rabu, 12 Agustus 2020

Perumahan Sebagai Solusi?


Kemajuan zaman yang semakin canggih ini membuat manusia menginginkan sesuatu yang instan dan praktis. Salah satunya adalah rumah, semakin banyaknya perusahaan properti membuat para calon buyer, bisa dengan mudah memilih kualifikasi sesuai kebutuhan dan keinginan para pembeli. 

Belum lagi dengan adanya program KPR dan cicilan 0% bunga, membuat orang-orang yang memang bergaji pas-pasan memilih mengajukan perumahan daripada memberi lahan dan membangun sendiri rumah di lahan tersebut, terlalu ribet dan banyak pengeluaran. 

Apalagi kalau yang membeli perumahan itu merupakan orang sibuk yang setiap hari bekerja, sangat sulit untuk mengatur waktu antara bekerja dan mengurus pembangunan rumah, jadi perumahan merupakan saran yang tepat. 

Tapi, apakah benar sarana perumahan merupakan solusi yang tepat? 

Semua orang pasti mempunyai impian dan rumah merupakan salah satu impian setiap orang. Bila di lihat dari fungsinya rumah merupakan tempat bernaung yang bisa melindungi kita dari hujan, angin, dan panas matahari. 

Untuk saya sendiri rumah bukan hanya sekadar tempat tinggal semata untuk melepas penat, lebih dari itu rumah merupakan tempat berkumpul keluarga, merasakan kehangatan keluarga, dan mengeksplorasi segala hal. 

Seiring berjalannya waktu, saya merasa rumah sudah menjadi peralihan dari tempat bernaung menjadi salah satu aset yang paling penting dalam kehidupan. Tidak ada salahnya memang. Tetapi melihat sendiri bagaimana rumah megah di kota yang hanya diisi oleh seorang pemantu atau pengurus rumah, membuat saya berpikir ulang mengenai salah satu impian sejuta umat itu, apalagi perumahan. 

Tercapainya impian, tentunya ada rasa bangga tersendiri, apalagi itu merupakan hasil kerja keras, bahagianya double. Kembali ke permasalahan perumahan sebagai solusi untuk masyarakat menengah ke bawah. Dengan adanya solusi cicilan dan bunga 0% itu tentunya sangat menggiurkan dan membantu masyarakat. Akan tetapi, apabila kita tidak dengan cermat memilih agen propertinya alih-alih kita malah tertipu. Tertipu disini bukan hanya tertipu dengan agen propertinya, tetapi juga bisa tertipu dengan pembangunan rumah yang kiranya terlihat bagus, ternyata satu dua bulan sudah rusak kembali, belum lagi masalah pengairan yang macet, dan lainnya. 

Hal itulah yang perlu kita pastikan dengan benar ketika akan membeli rumah di agen property perumahan. Selain itu perlu di perhatikan juga lingkungan di sekitar rumah yang akan kita pilih yang tentunya berbeda dengan lingkungan tempat tinggal kita sebelumnya. Apalagi jika sebelumnya tinggal bersama orangtua di daerah yang sejuk dan terkenal dengan keramah-tamahannya. 

Lokasi perumahan juga perlu menjadi perhatian, bagaimana kalau rumah yang akan kita beli itu berada di pegunungan yang jauh dari keramaian, atau di pelosok kota, atau malah berada di lereng gunung rawan longsor. Hal ini bukan hanya jadi perhatian pembeli, tetapi juga agen property itu sendiri. Karena jangan sampai mereka mendirikan perumahan di lahan yang memang tidak bisa di jadikan pemukiman seperti lereng gunung. Bisa saja, tetapi terlalu beresiko. Selain itu juga akan berdampak buruk pada alam. 

Dengan didirikannya lahan perumahan di lereng gunung atau perbukitan, membuat gunung menjadi gundul dan kemungkinan terjadi longsor akan semakin besar. Bukan hanya agen dan penghuni perumahan, tapi juga penduduk sekitar gunung tersebut yang lebih dulu menetap. 

Begitu juga dengan daerah yang rawan banjir. Perumahan yang terkenal dengan betonan itu bisa menghalangi air hujan masuk ke dalam tanah. Biasanya yang terdampak banjir itu merupakan pemukiman warga setempat. 

Perumahan memang memberikan dampak yang baik bagi segi ekonomi. Ada baiknya sebelum menentukan lokasi perumahan, agen properti juga mempertimbangkan beberapa hal terkait lingkungan sekitar lokasi. Hal ini di tujukan agar kita bisa lebih peduli terhadap lingkungan.

Selasa, 26 Maret 2019

Dunia Itu Kejam

Bandung, 2019

Inginku salahkan waktu
Yang menuntunku mengenalnya
Tinggalkan Jejak sakitnya hingga bermalam-malam
walau manis sempat singgah
tepat sebelum aku kalah
Dalam sesak hatiku selalu bertanya

Masihkah dia mengingatku
Saat dia sendiri
Atau saat dalam dekap mesra kekasihnya
Masihkah ada namaku
Didalam hatinya
Terhapuskah semua jejak itu dibenaknya

Pekik hati makin lantang
Tertahan mulut yang terbungkam
Lantunkan bait-bait pahit yang letihkan hati
Mentari kini hitam legam
Sepekat perih yang ku telan
Dalam sesak hatiku selalu bertanya


Lantunan lagu dari film serendipity itu mengalun indah dalam kamar kos ku yang begitu sempit ini. Menemaniku atas kesunyian ini. Menemani hari-hari naasku yang membuatku lebih dewasa menjalani hidup.

"Selamat tidur nak, semoga mimpi indah" ucapku pada anakku yang kini tengah berusia tiga tahun kurang 1 bulan itu.

Dia yang menemani sepiku, menemani laraku, menemani hari-hari yang penuh duka itu.Tiga tahun yang penuh perjuangan. Tiga tahun yang beruarai air mata. Tiga tahun yang begitu lama.






Kamis, 31 Januari 2019

Ufuk Buana


MAAF ANDA TIDAK LOLOS

Tulisan yang ketiga kalinya aku dapatkan ketika akan masuk ke perguruan tinggi negeri. Apa yang salah denganku padahal aku sudah belajar mati matian demi masuk perguruan tinggi negeri tapi kenapa hasilnya masih sama, TIDAK LOLOS.
Perih, tentu saja mengingat aku tak bisa membanggakan kedua orangtuaku juga malu kepada diri sendiri yang selalu mengeluh ini itu. Sampai pada akhirnya Mama menyarankan aku untuk masuk swasta. Ibu memang selalu tahu apa yang menjadi kegelisahan anaknya. Tapi aku terkadang menyambut hari ibu pun merasa sungkan.

Sudah satu tahun lebih aku kuliah di swasta tapi sayangnya aku belum menemukan apa yang menjadi cita-cita ku. "Dunia itu luas Las, makanya kamu harus bisa memahaminya".
Awalnya aku tak paham dengan apa yang di ucapkan nya. "Tapi, kamu harus jadi pencari agar kamu bisa memahaminya" lanjutnya membuat aku berhenti berkeluh kesah.

Lista Anastasya nilai psikotes ku menjadi yang terbesar di antara seangkatanku masuk perguruan tinggi swasta. Bangga tentu saja, tapi sayangnya kebanggaan itu membuatku sadar bahwa memang di dunia itu kadang kita di atas kadang pula kita di bawah.

"Ma, kenapa sih susah banget supaya bisa belajar dengan benar. Selalu saja setiap ujian selalu ada bocoran soal terlebih dahulu belum lagi anak-anak pada nyontek ketika ujian. Lalu lista harus ngikutin mereka nyontek. Bukan lista sok pintar atau gimana lista mau berusaha sendiri MA tapi kenapa sulit sekali sih".

"Belum lagi setiap ada persentasi materinya selalu dari Google bukan dari buku, copy paste gitu ma. Lista yang sudah berusaha sebaik mungkin tetap saja hasilnya sama dengan mereka" sungutku kesal.

Mama tersenyum sebelum menanggapi ocehanku. "Bukankah katamu matematika tak sulit, bukankah kamu selalu belajar setiap akan ujian lantas kenapa kamu masih mengkhawatirkan mereka disaat seharusnya kamu mengkhawatirkan diri sendiri yang gak bisa seperti mereka karena mereka kerja sambil kuliah" ucapan Mama menohokku.

Memang benar aku mengambil kuliah kelas karyawan sudah barang tentu teman-teman ku sibuk kerja. "Menyontek ataupun tidak apakah ada perbedaan Lis, bukankah katamu sama nilainya" ucap Mama.

"Lis dunia itu kejam oleh karena itu apakah kekejaman jika dibalas dengan kekejaman akan menjadi lembut atau lebih kejam?" pertanyaan Mama membuatku terdiam. Jika batu di satukan dengan batu akan menghasilkan api.

"Tak perlu risau kamu mendapatkan nilai lebih kecil karena mereka. Apakah kamu pernah merasa puas karena nilaimu besar, tentu enggak kan"

"Karena itu jangan pernah merendahkan diri sendiri dan orang lain, jangan pernah merasa tak adil karena sendirinya berbuat tak adil Lis. Yang terpenting kamu berusaha untuk berbuat adil dan berusaha untuk memperbaikinya bukan menodainya. Bukankah dengan belajar kamu mampu mengerjakan soal ujian tanpa mencontek. Bukankah lebih baik jujur daripada mencuri. Hidup itu sebuah perjalanan yang panjang yang harus kita cari sendiri arti hidup sebenarnya dengan belajar pada sebuah kesalahan juga belajar memperbaiki. Belajar itu bukan hanya untuk mendapatkan nilai dan angka saja Lis. Tapi belajarlah untuk mengerti orang lain juga diri sendiri. Jika orang lain salah berarti tidak perlu kita ikuti begitu pula jika kita salah tidak perlu kita mengumbarkannya kepada orang lain. Karena nyatanya Ufuk Buana itu jauh dan masih harus kita kejar dengan belajar" ucap Mama sembari tersenyum ke arahku.
Aku sadar tak perlulah aku berkeluh kesah tentang mereka, toh itu kan hidup mereka dan aku harus menjalani hidupku dengan benar. Benar kata pepatah kasing sayang ibu tak terbantahkan waktu. Seberapa besar pun aku akan tetap menjadi putri kecilnya.

Seperti kata Mama yang terus selalu belajar dan berusaha menjadi terbaik demi masa depanku. Hidup itu memang kejam karena terkadang terlalu egois untuk mengakui diri sendiri egois. Oleh karena itu aku harus belajar sendiri agar aku tau artinya sebuah proses karena nyatanya tak akan ada pernah teman setia selain diri sendiri.

www.Jasmine_elektrik.com

Ufuk Buana yang entah kapan bisa kuraih sampai bisa melihat senyum Mama dari sana. Dunia memang luas tapi untuk mengejar ujungnya memang tak tahu sampai kapan. Oleh karena itulah kita harus belajar dan terus belajar. Jasmine Elektrik yang selalu ku genggam kenyataan pahitnya.

#JasmineElektrikCeritaIbu #MIMPIIBU #JasmineElektrik
www.Jasmine_elektrik.com

Selasa, 25 September 2018

Jangan Sampai Anakku Gaptek

Gak keren rasanya kalau zaman sekarang masih ada yang gaptek atau gagap menggunakan teknologi. Tapi kebanyakan anak sekarang lebih pintar menggunakan teknologi daripada ibunya. Tak apa sih anak kan harus lebih maju daripada ibunya.

Apalagi di zaman modern ini yang sudah serba maju dan canggih kan rasanya gak etis juga kalau teknologi sudah maju akan tetapi manusia nya masih stuk di situ-situ saja.

Untuk itu penting sekali pengenalan teknologi kepada anak sejak dini. Apalagi pada masa itu anak mengalami yang namanya masa emas. Masa di mana sesuatu itu bisa di ingat sampai sang anak dewasa nanti. Untuk hal ini perlu adanya kontrol dari orang tua agar anak tak menyalahgunakan teknologi tersebut. Seorang orang tua harus memperkenalkan teknologi tersebut secara baik dan benar.

Kita bisa memulainya dengan memperkenalkan kepada hal-hal yang mudah di pahami dan tidak membahayakan untuk anak. Terus awasi sang anak ketika menggunakan alat tersebut. Anak kecil mempunyai daya ingin tahu yang tinggi, oleh karena itu kita sebagai orang tua harus berhati-hati ketika menjelaskan sesuatu kepada anak.

Contohnya kita memperkenalkan komputer, kita bisa melatihnya dengan berbagai hal kecil seperti nonton vidio anak atau nontom vidio di youtube, bisa juga belajar menggambar di komputer atau pun belajar mengetik untuk melatih keaktifan jari tangan agar tidak kaku. Tapi, jangan sampai kita lalai karena jika itu terjadi bisa saja sang anak ketika nonton vidio itu adalah hal yang tidak baik untuknya atau lebih parahnya merusak komputer itu karena suhu komputer yang panas membuat sang anak memiliki ide untuk menyiramnya dengan air. Batasi juga waktunya agar sang anak tak kecanduan dengan menonton vidio, yang nantinya bisa membuat sang anak menjadi malas, tidak mau bergaul dengan temannya karena asik main game sendiri di komputer atau bisa jadi dewasa sebelum waktunya.
Sekolah hanya fasilisator saja dengan guru yang mengajar tidak bisa memperhatikan anak didiknya satu satu. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting disini. Jika ingin anaknya terlatih dalam menggunakan komputer bisa mengikuti les komputer atau kursus seperti yang ada di DUMETSchool&KursusPemrogamanKomputerhttps://www.dumetschool.com/coding-for-kids
https://www.dumetschool.com/coding-for-kids
q

Kamis, 13 September 2018

Merindu


Semesta berduka
Rindu menggema
Hati ini merana
Menantimu yang tak kunjung juga

Tawa menggema
Tapi hati terluka
Karena cinta tiada
Pergi entah kemana

Angin berhembus
Harapan telah pupus
Padamu penebar harapan
Yang tak kunjung kasih kepastian

Pasrah
Hilang arah
Hanya bisa berdoa
Tanpa tau tujuan sebenarnya

Menunggu
Tanpa jawaban
Seperti sebuah angan
Yang terbuai akan pengharapan

Rinduku itu
Melebihi luasnya lautan
Tapi tak bisa ku ungkapkan
Lepaskanlah