Selasa, 26 Maret 2019

Dunia Itu Kejam

Bandung, 2019

Inginku salahkan waktu
Yang menuntunku mengenalnya
Tinggalkan Jejak sakitnya hingga bermalam-malam
walau manis sempat singgah
tepat sebelum aku kalah
Dalam sesak hatiku selalu bertanya

Masihkah dia mengingatku
Saat dia sendiri
Atau saat dalam dekap mesra kekasihnya
Masihkah ada namaku
Didalam hatinya
Terhapuskah semua jejak itu dibenaknya

Pekik hati makin lantang
Tertahan mulut yang terbungkam
Lantunkan bait-bait pahit yang letihkan hati
Mentari kini hitam legam
Sepekat perih yang ku telan
Dalam sesak hatiku selalu bertanya


Lantunan lagu dari film serendipity itu mengalun indah dalam kamar kos ku yang begitu sempit ini. Menemaniku atas kesunyian ini. Menemani hari-hari naasku yang membuatku lebih dewasa menjalani hidup.

"Selamat tidur nak, semoga mimpi indah" ucapku pada anakku yang kini tengah berusia tiga tahun kurang 1 bulan itu.

Dia yang menemani sepiku, menemani laraku, menemani hari-hari yang penuh duka itu.Tiga tahun yang penuh perjuangan. Tiga tahun yang beruarai air mata. Tiga tahun yang begitu lama.