Selasa, 26 Maret 2019

Dunia Itu Kejam

Bandung, 2019

Inginku salahkan waktu
Yang menuntunku mengenalnya
Tinggalkan Jejak sakitnya hingga bermalam-malam
walau manis sempat singgah
tepat sebelum aku kalah
Dalam sesak hatiku selalu bertanya

Masihkah dia mengingatku
Saat dia sendiri
Atau saat dalam dekap mesra kekasihnya
Masihkah ada namaku
Didalam hatinya
Terhapuskah semua jejak itu dibenaknya

Pekik hati makin lantang
Tertahan mulut yang terbungkam
Lantunkan bait-bait pahit yang letihkan hati
Mentari kini hitam legam
Sepekat perih yang ku telan
Dalam sesak hatiku selalu bertanya


Lantunan lagu dari film serendipity itu mengalun indah dalam kamar kos ku yang begitu sempit ini. Menemaniku atas kesunyian ini. Menemani hari-hari naasku yang membuatku lebih dewasa menjalani hidup.

"Selamat tidur nak, semoga mimpi indah" ucapku pada anakku yang kini tengah berusia tiga tahun kurang 1 bulan itu.

Dia yang menemani sepiku, menemani laraku, menemani hari-hari yang penuh duka itu.Tiga tahun yang penuh perjuangan. Tiga tahun yang beruarai air mata. Tiga tahun yang begitu lama.






Kamis, 31 Januari 2019

Ufuk Buana


MAAF ANDA TIDAK LOLOS

Tulisan yang ketiga kalinya aku dapatkan ketika akan masuk ke perguruan tinggi negeri. Apa yang salah denganku padahal aku sudah belajar mati matian demi masuk perguruan tinggi negeri tapi kenapa hasilnya masih sama, TIDAK LOLOS.
Perih, tentu saja mengingat aku tak bisa membanggakan kedua orangtuaku juga malu kepada diri sendiri yang selalu mengeluh ini itu. Sampai pada akhirnya Mama menyarankan aku untuk masuk swasta. Ibu memang selalu tahu apa yang menjadi kegelisahan anaknya. Tapi aku terkadang menyambut hari ibu pun merasa sungkan.

Sudah satu tahun lebih aku kuliah di swasta tapi sayangnya aku belum menemukan apa yang menjadi cita-cita ku. "Dunia itu luas Las, makanya kamu harus bisa memahaminya".
Awalnya aku tak paham dengan apa yang di ucapkan nya. "Tapi, kamu harus jadi pencari agar kamu bisa memahaminya" lanjutnya membuat aku berhenti berkeluh kesah.

Lista Anastasya nilai psikotes ku menjadi yang terbesar di antara seangkatanku masuk perguruan tinggi swasta. Bangga tentu saja, tapi sayangnya kebanggaan itu membuatku sadar bahwa memang di dunia itu kadang kita di atas kadang pula kita di bawah.

"Ma, kenapa sih susah banget supaya bisa belajar dengan benar. Selalu saja setiap ujian selalu ada bocoran soal terlebih dahulu belum lagi anak-anak pada nyontek ketika ujian. Lalu lista harus ngikutin mereka nyontek. Bukan lista sok pintar atau gimana lista mau berusaha sendiri MA tapi kenapa sulit sekali sih".

"Belum lagi setiap ada persentasi materinya selalu dari Google bukan dari buku, copy paste gitu ma. Lista yang sudah berusaha sebaik mungkin tetap saja hasilnya sama dengan mereka" sungutku kesal.

Mama tersenyum sebelum menanggapi ocehanku. "Bukankah katamu matematika tak sulit, bukankah kamu selalu belajar setiap akan ujian lantas kenapa kamu masih mengkhawatirkan mereka disaat seharusnya kamu mengkhawatirkan diri sendiri yang gak bisa seperti mereka karena mereka kerja sambil kuliah" ucapan Mama menohokku.

Memang benar aku mengambil kuliah kelas karyawan sudah barang tentu teman-teman ku sibuk kerja. "Menyontek ataupun tidak apakah ada perbedaan Lis, bukankah katamu sama nilainya" ucap Mama.

"Lis dunia itu kejam oleh karena itu apakah kekejaman jika dibalas dengan kekejaman akan menjadi lembut atau lebih kejam?" pertanyaan Mama membuatku terdiam. Jika batu di satukan dengan batu akan menghasilkan api.

"Tak perlu risau kamu mendapatkan nilai lebih kecil karena mereka. Apakah kamu pernah merasa puas karena nilaimu besar, tentu enggak kan"

"Karena itu jangan pernah merendahkan diri sendiri dan orang lain, jangan pernah merasa tak adil karena sendirinya berbuat tak adil Lis. Yang terpenting kamu berusaha untuk berbuat adil dan berusaha untuk memperbaikinya bukan menodainya. Bukankah dengan belajar kamu mampu mengerjakan soal ujian tanpa mencontek. Bukankah lebih baik jujur daripada mencuri. Hidup itu sebuah perjalanan yang panjang yang harus kita cari sendiri arti hidup sebenarnya dengan belajar pada sebuah kesalahan juga belajar memperbaiki. Belajar itu bukan hanya untuk mendapatkan nilai dan angka saja Lis. Tapi belajarlah untuk mengerti orang lain juga diri sendiri. Jika orang lain salah berarti tidak perlu kita ikuti begitu pula jika kita salah tidak perlu kita mengumbarkannya kepada orang lain. Karena nyatanya Ufuk Buana itu jauh dan masih harus kita kejar dengan belajar" ucap Mama sembari tersenyum ke arahku.
Aku sadar tak perlulah aku berkeluh kesah tentang mereka, toh itu kan hidup mereka dan aku harus menjalani hidupku dengan benar. Benar kata pepatah kasing sayang ibu tak terbantahkan waktu. Seberapa besar pun aku akan tetap menjadi putri kecilnya.

Seperti kata Mama yang terus selalu belajar dan berusaha menjadi terbaik demi masa depanku. Hidup itu memang kejam karena terkadang terlalu egois untuk mengakui diri sendiri egois. Oleh karena itu aku harus belajar sendiri agar aku tau artinya sebuah proses karena nyatanya tak akan ada pernah teman setia selain diri sendiri.

www.Jasmine_elektrik.com

Ufuk Buana yang entah kapan bisa kuraih sampai bisa melihat senyum Mama dari sana. Dunia memang luas tapi untuk mengejar ujungnya memang tak tahu sampai kapan. Oleh karena itulah kita harus belajar dan terus belajar. Jasmine Elektrik yang selalu ku genggam kenyataan pahitnya.

#JasmineElektrikCeritaIbu #MIMPIIBU #JasmineElektrik
www.Jasmine_elektrik.com